Sabtu, 21 Januari 2012

Surat Kecil Untuk Adikku Tersayang

Aku yang kadang bersikap seperti anak-anak
Aku yang selalu berusaha tersenyum
Dan aku yang terkadang terlihat tegar
Taukah kamu semuanya kulakukan untuk menutupi betapa RAPUH nya aku
Ini kisah hidupku


IFY P.O.V
Pagi itu langit masih mendung ya memang dari semalam hujan sangat lebat, entahlah akhir-akhir ini cuaca sangat tak menentu kadang panas kadang hujan, mungkin karena global warming. Ku buka jendela kamarku lebar-lebar “udara yang segar” gumamku dalam hati. Ku langkah kan kaki menyusuri kamar mandi. Setelah selesai aku segera memakai seragam SMAku. “oke cukup” ucapku seraya menatap diriku di cermin. Dengan segera ku turun kebawah untuk makan pagi bersama kedua orang tuaku dan… kakaku yang menyebalkan. Entahlah aku Alyssa Saufika Umarin (Ify)  memang membenci dia, aku malu mempunyai kakak yang buta seperti dia. Ya kakaku Cakka Nuraga dia buta semenjak kecelakaan yang menimpa dirinya dengan kekasihnya, namun kekasihnya meninggal akibat kecelakaan itu.
Kau tau? Aku sebal dengan kak Cakka mama dan papa selalu memanjakannya aku seperti bodyguardnya kemana dia pergi keluar aku harus ikut menuntun dan membantunya. Mama dan papa selalu membelanya apapun yang dia inginkan pasti dituruti. Huh sebel L
“pagi mah , pah , kak” ucapku sambil duduk dibangku
“pagi sayang” ucap mama dan papa bersamaan
“pagi ify, kakak siapin rotinya yah” ucap kak cakka
“gak usah ify bisa sendiri kak”ucapku ketus
“fy, gak boleh gitu ah sama kakak sendiri” ucap mama
“yayaya..terus aja belain kak cakka, udah ah ify berangkat aja. Assalamualaikum” ucapku
“waalaikumsalam” kata mama, papa, dan kak cakka

CAKKA P.O.V
Setelah papa dan ify berangkat aku duduk di ruang keluarga sambil berbincang-bincang dengan mama.
 “sabar yah sayang, ify mungkin shock dengan keadaan ini, seiring waktu dia pasti akan mengerti apalagi dia sudah besar” ucap mama menenangkan ku
“ah tidak apa-apa kok mah aku mengerti mungkin ify masih malu mempunyai kakak yang buta, tapi cakka percaya suatu saat dia pasti akan menerima cakka. Kami akan seperti dulu lagi mah kakak adik yang kompak dan saling sayang” ucapku sambil tersenyum. Ku tau mama pasti menangis, memang semenjak kejadian aku buta dan berubahnya sifat ify padaku mama sering menangis entahlah apa yang dia tangisi. Aku kasian sangat kasian, jujur saja aku lelah, aku terlalu merepotkan orang lain hidup di dunia ini, mama, papa,dan ify. Ya aku yakin ify memang malu mempunyai kakak sepertiku yang buta. Ah fy andai saja kamu tau kakak sangat merindukan masa kanak-kanak kita. Aku memang sangat merindukan adik perempuanku satu-satunya.”maafkan kakak fy, kakak Cuma bisa buat kamu malu didepan teman-teman” batinku
“cakka kamu memang kakak yang pengertian” ucap mama menangis memelukku
“ah sudahlah mah jangan menangis seperti disinteron tau, lebih baik mama anterin cakka yuk ke makan Agni, cakka kangen mah sama Agni” ucapku
“baiklah, sebentar mama ganti baju dulu” ucap mama
Aku hanya menganggukan kepala saja. Agni ya aku juga sangat merindukan dia. Aaarrrrrrgggghhhh aku memang membenci diriku sendiri, andai saja waktu itu aku tidak memacu mobilku terlalu kencang semua tidak akan begini Agni tidak meninggal, Aku tidak buta, dan tentu saja hubunganku dengan ify tidak akan seperti ini.

@BINUS SCHOOL
Ify melangkahkan kakinya menuju kelas barunya XII IPA 1. Lalu dia duduk disamping sahabatny Sivia. Namun sivia bingung apa yang terjadi dengan sahabatnya itu baru masuk tapi muka udah lecek gitu
“kamu kenapa fy? Ada masalah? Pagi-pagi kok udah cemberut” ucap sivia
“ah tidak ada apa-apa via, hanya sedikit masalah tadi dirumah” ucapku menutupi semua yang terjadi
“hmm baiklah mungkin kau masih enggan untuk bercerita. Mau kekantin bersamaku? Tadi pagi aku tak sempat sarapan” Tanya sivia
“tidak vi, aku disini saja tadi pagi aku sudah sarapan roti, maaf ya vi” ucapku sambil tersenyum pada sivia
“baiklah aku kekantin dulu” ucap via lalu meninggalkan kelas
Kulihat seorang cowok manis cool dan tinggi telah menunggu via diluar kelas. Dia adalah Gabriel, kekasihnya sejak 3 SMP. Aku iri melihat kebersamaan dia. Mereka sangat cocok. Andai aku bisa seperti mereka
“ah apasih pagi-pagi udah mikirin yang macem-macem” batinku
Drrrtdrrrttdrrt….
Hpku bergetar kulihat nama diponsel layar hpku , oh ternyata mama
Form : Mama
Sayang nanti pulang kamu makan minta sama bi surti yah sayang , mama sedang mengantarkan kakakmu ke makan agni dan habis itu mengantarkannya jalan. See you baby {}
To : Mama
Iyaaa mah  -__-  I know

Mama selalu saja mengantarkan kemana saja kak cakka pergi, sedangkan aku? Aku hanya minta diantarkan ke toko buku untuk membeli novel favoritku saja mama takmau. Arrghh aku benci kak cakka.
bel tanda masuk berbunyi membuyarkan semua lamunanku. Semua anak telah duduk dibangku masing-masing.

SKIPààà
Bel panjang berbunyi tanda bahwa hari ini kegiatan belajar selesai.
“aku duluan ya fy, iyel sudah menungguku, kau tak apa pulang sendiri?”Tanya via
“iya kau duluan saja aku nanti naik angkot saja” ucapku pada via
“baiklah , hati-hati ya ipong hehe” ucap via lalu meninggalkanku sendiri
Ya dia sering meledekku dengan sebutan itu, aku hanya bisa tersenyum saat melihat dia berlalu bersama kekasihnya itu.
Aku berjalan keluar meninggalkan sekolah “oke fy sekarang lo harus naik angkot karena pak sarmi sedang nganterin mama dan kakak lo itu” batinku kesal
Aku duduk dihalte sambil menunggu bis, tiba-tiba suara klakson motor mengagetkanku
“kak rio?”ucapku kaget
“belom pulang fy?mau bareng?”tawar kak rio
“gak usah kak, aku takmau merepotkan kakak” ucapku sambil tersenyum padanya
“tidaklah, ayuk naik, kau tidak mau kan harus menunggu setengah jama demi mendapatkan bis yang sudah penuh sesak?” Tanya kak rio
“kakak, bisa saja, baiklah” akupun naik kemotor kak rio
Hening.diam.tak ada suara, kau tau aku memang deg-degan bisa diboncengi dengan kak rio, orang popular disekolah jago basket, futsal, pinter, baik, wakil ketos pula hmmm perfectlah. Oh Tuhan andai saja aku bisa bersamanya. Hingga akhirnya kak rio membuka suaranya dan memecah keheningan sekaligus lamunanku.
“mau ketaman dulu gak fy?” Tanya kak rio
“baiklah kak, aku juga sumpek dirumah penat banget” ucapku medengus kesal
“kenapa?nanti kau harus cerita di taman? hehehe” ucap kak rio cengengesan
“iiiih kak rio maksa haha, iyaiya liat nanti saja” ucapku

@TAMAN
“duduk sini fy” ucap kak rio sambil menyuruhku duduk disebuah bangku didepan danau
“ah kak indah sekali disini, udaranya segar” ucapku
“sekarang kau ceritakan apa masalahmu, tenanglah aku tidak ember kok” ucap kak rio
Aku mulai menceritakan tentang kejadian kak cakka kecelakaan hingga akhirnya dia buta, dan menceritakan tentang sikap mama dan papa yang pilih kasih.
“dasar anak kecil” ucap kak rio sambil mengacak-acak rambutku
“ih kok malah anak kecil” ucapku cemberut
“orangtuamu bukan pilih kasih mereka hanya memberi perhatian yang sedikit lebih pada kakakmu, kau tau kan dia buta bedalah dengan kamu yang normal, dia lebih butuh perhatian. Mestinya kau juga melakukan itu pada kakakmu. Toh dia juga sangat perhatian padamu kan? Udahlah fy bersikap dewasa, kakak yakin kakakmu sebenarnya sedih dengan sikapmu” ucap rio panjang lebar
“iya kak terimakasih atas nasehatnya, pulang yuk udah sore” ajakku
Kak riopun mengantarkanku sampai depan gerbang kebetulan kami sekompleks dan beda 1 blok, kami sering bertemu hanya saja tak pernah sedekat ini paling hanya menyapa.
Kumasuki rumah yang aku anggap –membuat penat-
“assalamualaikum.ify pulang” ucapku
“kamu udah pulang fy? Yaudah ganti baju sana kakak siapin makan ya. Mama tadi harus ke bandung ada client yang harus ditangani” ucap kak cakka yang ternyata menyambutku. Ternyata mereka sudah lebih dahulu pulang. Dia tersenyum denganku.  “kak aku sangat merindukan kakak, tapi maaf aku belum bisa menerima keadaan kakak yang seperti ini” batinku.
“gak usah ify bisa sendiri” ucapku ketus lalu menaiki tangga dan masuk kekamar. Entahlah nasihat yang tadi kak rio berikan tak aku dengarkan.
‘maaf fy, maaf atas sikap kakak, kakak salah ya sama kamu?’ batin cakka menangis
Aku melihat sebuah bungkusan kecil dibungkus kertas kado doraemon.didepannya tertulis “teruntuk ify tersayang, semoga kamu suka yah. From : seseorang yg sangat menyayangimu” Apa ini? Siapa yang menaruhnya disini? kubuka perlahan bungkus kecil itu, ternyata isinya, hah?Novel favoritku semua? Siapa yang memberikannya?
“kak ini bungkus kado dari siapa? Teriakku dari atas
“ gaktau fy, tadi kakak nemu didepan pintu” ucap cakka teriak dari bawah
Ah sudahlah aku tak terlalu memikirkan siapa pengirimnya, yang penting aku sudah bisa memiliki itu semua. Tunggu ! Oh Tidak tiba-tiba perutku sakit lagi, sangat sakit. Oh Tuhan kenapa ini, kenapa ini sering terjadi, tapi kali ini aku tak sanggup berdiri badanku lemas dan tiba-tiba semua gelap.
@RS Pertamina
Setelah mama dan papa melihat ify pingsan di kamar, kami semua segera membawanya ke rumah sakit.
‘ify tahukan kau kakak sangat mengakhawatirkanmu, kakak harap kau baik-baik saja sungguh kakak tak ingin kehilangan orang yang kakak sayang untuk kedua kalinya’ batin cakka
Setelah hampir setengah jam ify diperiksa diruang ICU dokterpun keluar, terdengar suara mama yang menangis sejadi-jadinya.
“bagaimana dok keadaan anak saya?” ucap papa
“maaf pak ini sangat berat untuk diucapkan” ucap dokter
“ayo dok bilang saja apapun kami siap” ucap cakka pada dokter
“ify terkena penyakit ginjal, dua ginjal ify sudah rusak, umur ify bisa panjang apabila ada yang mendonorkan ginjal untuk ify” ucap dokter panjang lebar
“apa tidak ada cara lain dok?”ucap mama
“hanya keajaiban Tuhan,saya harap bapak ibu dan mas bisa sabar yah. Kalian boleh melihat ify sekarang tapi jangan paksa dia untuk banyak bicara” ucap dokter lalu berlalu
Cakka, mama, dan papa memasuki tempat dimana Ify terbaring, terlihat ify sudah sadar
“mah pah, ify sakit apa?” Tanya ify
Mama dan papa hanya diam. Mereka tak ingin ify tau karena itu hanya membuatnya sakit.
“mah, jawab ify gak apa-apa kok ify terima apapun itu” ucap ify
“kamu… terkena gagal ginjal fy, keduan ginjal mu rusak. Satu-satunya cara untuk menyelamatkanmu adalah donor ginjal.” ucap kak cakka . aku tau dia sangat mengkhawatirkanku walaupun dia buta tak bisa melihat keadaanku, kulihat kekhawatiran dari wajahnya.
“maafkan mama dan papa fy” ucap mama nangis memelukku
“sudahlah mah, pah, ini takdir tuhan ify gak apa-apa kok. Sudahlah tau usah ada pendonoran ginjal. Biarlah semua berjalan seperti rencana Tuhan” ucap ify
‘Tuhan kenapa kau harus memberikan penyakit yang berat untuk adikku, kenapa? Biarkan aku Tuhan, biar aku saja yang menanggunggnya. Jangan dia, dia masih terlalu muda, masih banyak hari yang harus dia lewatkan’ batin cakka
sudah seminggu ify dirawat dirumah sakit. Tak ada donor ginjal, keadaan ifypun semakin parah.
“mah aku ingin boneka doraemon dan bunga mawar putih” ucap ify saat mama menyuapinya makan. Sedangkan cakka hanya duduk dibangku.
“nanti yah kalo sudah sembuh” bujuk mama
“ah mama selalu begitu, coba kak cakka selalu langsung dituruti, aku udah mau mati mama tetep gak adil” ucapku kesal
“fy kamu ngomong apa sih mama gak pernah ngebeda-bedain kamu sama cakka” ucap mama sedih
“mama sangat adil fy” ucap kak cakka
“iya untuk kakak tapi tidak untuk aku, sudahlah kak , kakak seneng kan aku mau mati? Jadi aku juga tak perlu malu mempunyai kakak yang buta seperti kakak” ucapku marah
“ify kamu apa-apaan sih, cakka kakak kamu sopan sedikit dong”ucap mama kesal
“kakak? Iya dulu sebelum buta” ucapku
“udah mah ify benar , aku pulang saja rumah pasti berantakan” ucap cakka lalu meninggalkan aku dan mama
Ku lihat laki-laki itu berjalan meninggalkan ruangan ‘maafkan aku kak, aku terlalu muna, terlalu gengsi, terlalu egois, terlalu keras untuk mengakui semua, aku belum siap kaka, ditambah dengan keadaanku, aku ingin kau membenciku kak, aku tak ingin kau menangis melihat pemakamanku nanti’ batinku
Keesokan harinya . Kak rio datang menjenguk ify memang beberapa hari ini rio malah semakin dekat dengan ify.
“kak rio yang bawain aku boneka doraemon sama mawar putih? Ucapku pada kak rio
“hah? Nggak fy, kakak dateng udah ada” ucap rio sedikit ragu
“oh mungkin mama yang membelikannya” ucapku tersenyum pada rio
“hmmm fy, tadi mama kamu memberitahu aku besok kau bisa operasi donor ginjal ada seseorang yang mau mendonorkan ginjalnya untukmu” ucap rio lirih
“siapa kak? Serius? Ah aku akan berterima kasih pada orang itu” ucap ify
Rio pun hanya tersenyum memandang manis wajah gadis yang sudah lama iya cintai.

Hari ini dimana operasi donor ginjal tiba, semua orang sudah berkumpul didepan ruang operasi. Aku takut sangat takut. Ya Tuhan semoga saja semua berjalan lancar. Detik demi detik menit demi menit jam demi jam berlalu. Aku tak sadar sama sekali. 1 hari aku baru tersadar dari tidur panjangku. Betapa bahagianya aku saat aku tau bahwa operasi donor ginjal itu berjalan dengan lancar. Ah sungguh bahagia aku. Besoknya akupun sudah diperbolehkan pulang.
Semua orang merayakan pesta untuk menyambut kedatanganku sahabat keluarga dan teman-teman sekolah banyak yang datang. Tapi tunggu, diantara puluhan orang aku tak melihat sosok kak cakka, ah sudahlah aku tak perduli dengan dia. Mungkin dia malu untuk menunjukkan pada orang-orang kalau dia buta. ‘percuma dia ada disini hanya membuatku malu’ batinku
Setelah pesta selesai tak kulihat juga kehadiran kak cakka, lebih baik ku bertanya pada mama
“mah, kak cakka mana? Biasanya dia yang selalu menyambutku?”ucapku sambil duduk disamping mama
“hmmm….kak cakka yah? Dia sudah tidur duluan fy?”ucap mama sambil menunduk
“mah, memang siapa yang mendonorkan ginjalnya padaku? Aku ingin berterima kasih padanya atau pada keluarganya” ucapku
Mama hanya terdiam papapun begitu aku mulai aneh dengan sikap mereka, ada apa sih ini? Batinku terus bertanya
“kamu memang harus tau fy, kakakmu kak cakkalah yang mendonorkan ginjalnya padamu, saat kami semua pasrah tak ada yang mendonorkan ginjalnya padamu, kami akhirnya melakukan tes kecocokan dan dari situlah hanya ginjal cakka yang cocok. Dia rela fy memberikan ginjalnya untukmu. Dia bilang dia lebih rela dia yang mati ketimbang adiknya, adik yang paling disayanginya”ucap papa panjang lebar
“kau tau fy? Siapa yang memberikan novel favoritmu? Siapa yang memberikan boneka doraemon dan bunga mawar putih itu? Itu cakka fy, kakak yang sering kau acuhkan kau benci, dia begitu sangat menyayangimu, kau tau? Dia sampai hujan-hujanan untuk membelikan boneka itu?”ucap mama sambil terisak
‘ya Tuhan maafkan aku, maafkan aku kak aku begitu naïf begitu bodoh, aku terlalu membencimu karena aku terlalu malu, aku memang bodoh harusnya aku bangga mempunyai kakak sepertimu, kak cakka tolong kembalilah, biarkan aku saja yang mati, aku terlalu merasa bersalah atas semua ini, maafkan aku Tuhan’batinku
Aku tak bisa berkata apa-apa aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya dipelukan mama, terlalu besar pengorbanan seorang kak cakka untukku, tapi mengapa aku begitu membencinya, aku memang adik yang tidak tau diri. Dadaku begitu sesak sangat sesak ingin rasanya aku juga ikut mati bersama kak cakka.
“mah maafin ify, ify nyesel udah berlaku gitu sama kak cakka, mah kenapa gak biarin ify aja yang mati” ucapku menangis tersendu-sendu.
“sayang ini takdir, mungkin cakka lebih bahagia seperti ini dia terlalu banyak berkorban didunia, biarkan dia tenang disana fy, ikhlaskan saja, dia pasti maafin kamu kok” ucap mama
“sebelum cakka meninggal dia meminta papa untuk menulis surat dan dia bilang untuk dititipkan padamu”  ucap papa sambil memberikan sebuah amplop.
Aku pergi kekamar lebih baik aku menenangkan diri dikamar sambil membaca surat itu

Surat Untuk Adikku Tersayang
TUHAN…..
Sekarang tugasKU telah SELESAI
Ku serahkan DIA pada yang bisa
Lebih mengerti dan membuatnya BAHAGIA

Lindungi DIA, TUHAN
Ketika penjagaanku tak bisa
Lagi sampai kepadanya

Kuatkan aku TUHAN
Ku hanya ingin melihatnya BAHAGIA ……
“kak cakka maafkan aku”ucapku lirih . ku lihat ada satu lembar surat lagi
To : Adikku ify
Hai adik kecil bagaimana keadaanmu? Pasti sudah sehat kan? Maafkan kakak yah tak bisa hadir di acara bahagiamu itu, karena kakak sudah pergi jauh. Maafkan kakak kalo selama hidup kakak hanya bisa merepotkanmu, membuatmu malu dengan keadaan kakak yang buta. Gimana boneka doraemonnya? Suka? Kakak tau kau sangat menyukai itu. Hehe jangan nangis yah adik kecil, masa adik kakak tersayang nangis. Gak boleh nanti kakak sedih. Kakak udah bahagia disini, jagain mama dan papa. Jagain rio juga jangan sakiti dia, kakak tau kalian berdua saling mencintai. Inget yah jangan lupa makan sama minum air putih. Nanti kalo ginjalnya rusak lagi siapa yang donorin. Kakak pergi dulu yah fy, jaga dirimu baik-baik maaf kakak gak bisa jagain kamu, maaf kakak gak bisa nepatin janji kakak untuk liat kamu lulus SMA. Janji sama kakak kamu harus lulus dengan nilai bagus. Okeh. Sampai jumpa adikku tersayang. Kakak selalu dihatimu.
Cakka Love Ify

-CakkaNuraga-
Aku menangis sejadi-jadinya membaca surat ini. Aku tau ini tulisan papa tapi aku yakin kak cakkalah yang membuat surat ini. ‘Kak maafkan aku, aku akan tepatin janji kakak. Kan ify adik kak cakka’ ucapku sambil memeluk surat dari kak cakka.

Beberapa bulan kemudian.
“sayang? Gimana kamu lulus?” ucap rio
“aaah kak rio aku lulus nemnya 36,00”ucapku sambil memeluk rio
“huaaah selamat sayang, sebagai hadianya aku traktir makan okeh” ucap rio sambil mengacak-acak rambutku
“tapi aku mau ke suatu tempat dulu” ucapku
“baiklah”jawab rio, kamipun meninggalkan sekolah ku.
Aku sudah pacaran dengan rio semenjak kepergian kak cakka, dia memang benar aku memang mencintai kak rio.
Aku berjalan menuju satu nama. Diantara puluhan batu nisan di tempat itu. Hanya untuk menemui satu nama –CAKKA NURAGA-
“kak aku lulus nilainya bagus loh kak, aku udah nepatin janji kakak kan? Hehe aku janji aku bakal terus belajar dan raih cita-cita aku, satu lagi aku bakal setia kak rio” ucap ify
‘makasih kka , gue janji akan jaga ify, tenang gue gak akan gantiin posisi lo, lo tetap kakak terbaik buat ify. Gue janji gue gak bakal sakitin ify. Gue bakal terusin tugas lo buat jaga ify’ batin rio
“aku pulang dulu yah kak besok ify kesini, dahh kak cakka” ucapku sambil mengecup batu nisan itu.
Sayangilah orang yang menyayangimu selagi mereka masih disisimu.
kau mungkin membencinya tapi kau tak pernah tau betapa dia sebenarnya mencintaimu.
Cintai keluargamu orang tua, kakak, adik. Selagi mereka masih mampu berdiri disampingmu, karena merekalah orang yang benar-benar akan ada disaat kau butuh.
Menerima kenyataan yang tak kau sukai memang pahit tapi percayalah ada hikmah dibalik itu semua. --- TAMAT ---






Jumat, 06 Januari 2012

Cerita Cinta

* **
Dukdukduk
Terdengar suara pantulan bola basket di Lapangan SMA FABAF, terlihat dua orang anak laki-laki sedang asik bermain di bawah terik matahari, mereka seakan tak perduli dengan panasnya matahari siang itu, hingga seorang gadis datang mengakhiri permain kita
“sudahlah kalian sudah 2 jam bermain basket apa gak capek? Ayo sini minum dan makanlah aku bawakan kalian makan siang. Abis itu cepat ganti pakaian lalu kita pulang” ucap sang gadis panjang lebar
“iya sayang makasih ya udah bawain makanan” ucap salah satu anak laki itu pada gadisnya
Sedangkan lelaki yang lain hanya tersenyum melihat kemesraan sahabatnya.
“gue duluan yah, sudah sore, besok kita main lagi bro” ucap laki-laki yang dari tadi hanya tersenyum menatap sahabatnya dan kekasihnya
“makan dulu lah Kka , gue udah capek-capek bawain untuk kalian” ucap sang gadis cemberut kepada sang lelaki yang bernama Cakka
“buat lo dan Alvin sajalah, mama pasti sudah memasakkan makanan, apa jadinya nanti kalau gue gak memakannya karena sudah kekenyangan, maaf ya Ag” ucap Cakka meminta maaf pada sang gadis yang ternyata bernama Agni.
“gue duluan yah Vin Ag daaah” lelaki ganteng tinggi putih itupun pergi meninggalkan sepasang kekasih itu yang kini telah duduk berdua di pinggir lapangan.
“makan yu Ag, aku sudah lelah dan lapar” ucap sang kekasih –Alvin-
“lagi sih kamu keasikan banget main basketnya” ucap Agni lalu mengambil bekal nasi yang tadi ia bawa. “nih makan dulu” ucap Agni seraya memberikan makanan itu pada Alvin
“kamu makan juga kan?” Tanya Alvin. Agni hanya mengangguk
“sehabis ini aku antarkan kamu pulang?” ucap Alvin lalu menghabiskan makanannya
CAKKA P.O.V
Ku berjalan lelah menaiki tangga , ya hari ini sangat lelah. Bagaimana tidak? Aku ternyata sudah 2 jam bermain basket bersama sahabatku Alvin dibawah terik matahari
“Cakkaaaaaa makan dulu nak” teriak bunda dari lantai bawah
“iya bun, bentar Cakka mandi dulu” ucapku lalu dengan segera pergi ke kamar mandi, 15 menit kemudian aku turun kebawa untuk makan.
“pelan-pelan sayang makannya kamu kayak gak pernah makan deh” ucap bunda kesal melihat aku yang makan secara terburu-buru
“abis laper bun” ucapku yang terus mengunyah makanan
“makan dulu, baru bicara, siapa suruh main basket lama banget” kesal bunda
“maaf den bunda cakka yang cantik hehe” pujiku pada bunda supaya bunda tidak marah. Ini jurus terjituku saat bunda akan ingin marah padaku
“yasudah makan dlu, bunda ada arisan mungkin pulang jam 8 malam. Tapi papa nanti pulang cepat kok jadi kamu gak sendirian” ucap bunda mengelus kepalaku
“kamu jangan bandel dirumah, kasian papa” nasehat bunda
“siap bunda , cakka kan anak bunda paling baik hehe” ucapku
“yaudah lanjutin makannya bunda mau pergi, assalamualaikum” ucap bunda
“waalaikumsallam” jawabku
Kau tau? Betapa beruntungnya aku , ya karena aku mempunyai orang tua yang sangat perhatian dan menyayangiku, sesibuk apapun mereka, mereka pasti tidak pernah meninggalkan ku sendiri, mereka masih mampu meluangkan waktu untukku. Pasti diluar sana anak-anak yang mempunyai orangtua sibuk akan iri denganku.
Habis makan aku memilih untuk menonton DVD diruang tamu, sambil menunggu papa pulang ingin ku ceritakan padanya betapa hebatnya tadi aku bermain basket, 30 menit kemudian papa sudah sampai. Dengan cepat aku membukakan pintu menyuruhnya duduk dan menyiapkannya minum. Menurutmu pasti aku seperti perempuan? Bagiku tidak. apa salahnya aku menyiapkan air minum untuk papa yang lelah habis bekerja karena untuk membiayai kehidupan keluarganya, membuat air minum untuknya tak sebanding dengan pengorbanan dia selama ini.
“kok papa cepet bukannya jam 5 yah? Ini kan baru setengah 5” ucapku seraya memberikan secangkir teh hangat pada papa, kemudian dia meneguknya
“enak, terimakasih jagoan papa” ucapnya sambil meletakkan teh tersebut
“tadi kebetulan pekerjaan sedikit biar itu jadi tugas karyawan papa, papa ingin mendengar tentang kejadian hari ini tentang jagoan papa ini” ucap papa sambil merangkulku. Aku pun mulai menceritakan, sampai larut dengan kenyamanan kenyamanan seorang anak dengan ayahnya.

~~
@SMA FABAF
Sepasang kekasih berjalan di koridor sekolah, semua mata yang melihatnya begitu iri dengan kemesraan mereka, bagaimana tidak AlvinAgni the best couple of SMA Fabaf. Semua tentu iri, Alvin Kapten basket dan seorang Ketua Osis yang selalu dipuja-puja, sedangkan Agni gadis tomboy yang manis seorang Wakil Ketua Osis. Aah sungguh serasi mereka.
“aku kekelas dulu yah” ucap Agni pada Alvin, ya mereka berbeda kelas Agni kelas XII IPA 3 sedangkan Alvin kelas XII IPA 6.
“iya nanti istirahat aku kekelas kamu yah kita ke kantin bareng” ucap Alvin sambil mengelus lembut rambut sang kekasihnya.
“iya Apin Sayang” ucap Agni yang mampu membuat sebuah senyuman di bibir Alvin. Lalu Alvin pun berjalan menuju kelasnya.

-@kelas XII IPA 6
“pagi cak” ucap Alvin pada sahabat karibnya itu
“cak..cak.. lo kira gue cicak” ucap Cakka kesal namun ia masih sibuk dengan BBnya
“ngapain sih sibuk amat, BBMan sama Shilla yah cieeee” ucap Alvin
“aduh apin sipit berapa ratus kali gue harus bilang kalo gue itu gak suka sama shilla, ya emang dia suka sama gue, tapi gue cuma nganggep dia temen gak lebih” ucap Cakka panjang lebar tapi matanya tetap menatap layar BBnya
“tapi dia kan suka sama lo udah lama, setia pula nunggu cinta dari lo, emang lo gakmau ngasih kesempatan buat dia” ucap Alvin lalu memainkan BBnya juga.
“gue udah sayang sama satu orang dan cuma satu orang itu” ucap Cakka lalu beranjak dari kursinya
“hah? Siapa? ify? Tapi dia kan udah…” Tanya Alvin
“hmmm gue gak perduli. kantin gak? Gue laper nih” ucap Cakka lalu mengalihkan pembicaraannya
“hufft, yaudah deh ayukk” ucap Alvin mendengus sebal , lalu kedua sahabat ini berlalu meninggalkan kelas mereka.

S
K
I
P

Bel panjang berbunyi tanda bahawa kegiatan belajar sudah selesai, seluruh murid keluar kelas untuk pulang kerumahnya masing-masing. Terlihat tiga pelajar berjalan menuju parkiran.
“sayang maaf yah aku gak bisa anter kamu pulang ada hal yang harus dikerjakan untuk perpisahan kelas XII nanti” ucap Alvin pada kekasihnya
“yah aku pulang sama siapa?” Tanya Agni
Alvin melirik pada sahabatnya Cakka yang sedang berjalan menuju motornya
“Cakkaaaa” teriak Alvin
Cakkapun melajukan motornya pelan kearah Alvin dan Agni
“lo anterin agni pulang yah kka, gue masih ada urusan buat perpisahan kelas XII nanti” mohon Alvin. Cakka sempat berfikir sejenak lalu mengangguk
“nah sayang kamu pulang sama Cakka yah, nanti kalau udah sampai rumah sms aku, Cakka jagain Agni yah. Dah sayang” ucap Alvin lalu berlalu meninggalkan mereka.
“naik ag” ucap Cakka
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, memang kalau disekolah Cakka terkenal pendiam jarang sekali bicara kecuali membahas pelajaran dan basket, tapi kalau dirumah dia cerewet sekali.
“udah sampai nih ag ” ucap Cakka, kemudian Agni  pun turun
“thx kka, mampir dulu lah” ajak Agni
“gak usah deh ag nanti ngerepotin” ucap Cakka
“gak kok, ayuk” ajak Agni Cakka pun akhirnya memakirkan motornya dihalaman rumah Agni dan masuk kerumah Agni
“assalamualaikum” ucap Agni
“waalaikumsalam eh anak papa udah pulang” ucap papa Agni
“loh siapa ini?” Tanya papa Agni heran
“ini Cakka temen Agni pah” ucap agni
“Cakka om” ucap cakka sambil mencium punggung tangan Om Hendra
“oh nak Cakka mari duduk, agni siapkan minum untuk temanmu ini” ucap sang papa
Agni hanya mengangguk lalu menyiapkan minum untuk Cakka dan papanya. Sedangkan Cakka asik berbincang-bincang. Selesai itu Agni duduk disamping papanya dan ikut berbincang-bincang bersama Cakka
“kamu tinggal dimana nak Cakka?” Tanya sang papa
“saya tinggal di Perumahan Mawar Block A om” ucap Cakka
“Perumahan Mawar Block A?” Tanya om hendra heran
“iya memang kenapa om?” Tanya Cakka bingung
“oh tidak, sepertinya om tau perumahan itu” ucap Om hendra memecahkan kebingungan cakka
“kalau boleh om tau siapa nama panjang kamu cakka?” Tanya om hendra lagi
“nama panjang saya Cakka Kawekas Nuraga om” ucap Cakka yang sontak membuat kaget om hendra.
“Nuraga?” Tanya om hendra lagi
“iya om itu nama belakang papa saya Gunawan Nuraga” ucap Cakka
“pah sudahlah jangan tanya terus kasian cakka” potong Agni
“gak apa-apa kok ag, yasudah om sudah sore saya izin pulang dulu om. Assalamualaikum” ucap Cakka
“waalaikumsallam” ucap Om Hendra dan Agni

~~

Malam hari dirumah Agni terdengar sedikit keributan
“pah, kenapa papa tiba-tiba gini sih, kenapa papa nyuruh aku putus sama Alvin, papa tau kan aku  sayang banget sama Alvin” ucap Agni sambil menangis sedangkan mamanya hanya memeluk dan mengelus pundak anak perempuannya ini, mencoba membantu anaknya agar tegar.
“agni kamu berbeda agama dengan dia, dan itu dosa agni. Kamu tau itu kan daaaann sebenarnya papa sama mama kamu sudah menjodohkan kamu dengan anak teman papa” ucap papa datar
Sontak itu membuat Agni kaget. Perjodohan? Emang zaman siti nurbaya apa?
“agni gak mau agni gak suka dijodohin, lagian agni gak sayang sama orang yang papa maksud” ucap agni ketus
“agni papa sama mama telah beri semua yang agni mau tapi kali ini please papa mohon kabulin permintaan papa, papa cuma minta ini dari kamu” ucap papa lembut kepada anak perempuannya itu, ya dia harus bersabar kalau berbicara pada agni karena kalau dia keras agni akan lebih keras.
“tapi agni sudah sayang banget sama Alvin, agni gak sayang sama laki-laki yang mau papa jodohin” ucap Agni parau.
“kamu akan mengetahuinya nanti, dan untuk Alvin papa mohon agni, kalian berbeda” ucap papa lalu pergi menuju kamarnya.
“mah tolong mah tolong bilang ke papa” ucap agni sambil membujuk mamanya agar mau berbicara pada Agni.
“maaf sayang mama tak bisa berbuat apa-apa itu yang terbaik” ucap mama agni. Agni pun pergi ke kamarnya meluapkan semua kesedihannya mengambil gitar kesayangannya kemudian dia bernyanyi. Ya hanya itu yang mampu membuatnya tenang kalau sedang sedih.

Di dalam hati ini hanya satu nama
Yang ada di tulus hati ku ingini
Kesetiaan yang indah takkan tertandingi
Hanyalah dirimu satu peri cintaku

Benteng beigtu tinggi sulit untukku gapai

Aku untuk kamu kamu untuk aku
Namun semua apa mungkin
Iman kita yang berbeda
Tuhan memang satu kita yang tak sama
Harus kah aku lantas pergi
Meski cinta takkan bisa pergi

Bukankah cinta anugrah
Berikan aku kesempatan tuk menjaganya
Sepenuh jiwa

~~ ditempat lain
“apa pah? Dijodohin? Gak aku gakmau” ucap sang anak laki itu
“kka dengarlah ini sudah keputusan papa dan bunda, kami akan tetap menjodohkan kamu dengan anak teman papa ” ucap papa
“tapi pa Cakka cuma sayang sama ify, gak sama yang lain” ucap Cakka keras pada pendiriannya
“cakka ify udah gak ada ify udah tenang disurga, tolonglah Cakka sampai kapan kamu harus terus begini sudah 3 tahun Ify pergi kka” ucap bunda yang sedih melihat anak laki-lakinya yang rapuh apabila mengingat ify.
“tapi bun Cakka cuma sayang ify gak perduli ify udah pergi atau nggak” ucap Cakka kemudian menangis. Yah –ify-kekasih cakka yang sudah meninggal karena kecelakaan yang menimpanya 3 tahun lalu, itulah yang membuat Cakka menjadi pendiam , yang membuat Cakka mudah menangis serta rapuh apabila mendengar namanya.
“papa tau Cakka, tapi ini sudah keputusan kami, bagaimanapun kamu harus terima. Tak ada yang bisa menolak” ucap papa
Cakka pergi ke kamarnya dia ingin sendiri, ingin mengenang masa-masa saat bersama ify, ya hanya ifylah satu-satunya perempuan yang Cakka cinta. Dia duduk di balkon rumahnya menatap satu foto foto kenangan dia bersama ify. Butiran butiran halus menetes di pipinya.
“fy kenapa kamu harus pergi? Aku kangen fy kangen banget sama kamu, kamu tau fy? Aku mau dijodohin, aku gakmau fy aku gak sayang sama perempuan itu, aku cuma sayang sama kamu fy, cuma kamu” ucap Cakka lirih kemudian dia bernyanyi sedikit untuk sang kekasihnya ‘Semoga dirimu disana kan baik-baik saja untuk selamanya disini aku kan selalu rindukan dirimuuuuu…..’ terdengar suara merdu Cakka, itu lagu kesukaannya, itu lagu buatan Ify sebelum dia meninggal, dulu mereka sering bernyanyi bersama. Tapi sekarang? Ya itulah takdir tak ada yang bisa mengelak.

~~
Keesokan harinya di taman belakang sekolah. Terlihat mata agni sembab karena semalam dia terus menangis.
“kamu kenapa sayang?” Tanya Alvin karena bingung melihat Agni yang hari ini tak bersemangat
“papa vin papa jahat” kemudian agni menangis dengan cepat Alvin memeluk agni memberikan kehangatan pada gadis yang sudah menemaninya selama 1,5 tahun
“kenapa? Cerita sama aku” ucap Alvin lembut
“dia nyuruh aku putus sama kamu hiks…hiks” ucap Agni yang masih menangis
“kenapa?” Tanya Alvin bingung
“kita berbeda vin, dia bilang seperti itu, dan dia bilang aku sudah dijodohkan dengan anak temannya” ucap Agni sambil menghapus air matanya.
Alvin melepas pelukan Agni dia terdiam ada gurat kesedihan dimata sipitnya itu. Jelas sekali dia sangat sedih karena harus mengakhiri hubungan yang telah lama pada kekasihnya itu.
“tapi aku tak bisa berbuat apa-apa agni” ucap Alvin datar dan menatap lurus kedepan
“kenapa kamu ngomong gitu? Kamu udah gak sayang sama aku?” Tanya Agni sedih
“bukan bukan itu, aku sayang sama kamu sangat sayang . tapi tanpa papa kamu meminta kita putus aku juga akan meninggalkanmu” ucap Alvin yang membuat dada Agni semakin sesak
“kenapa vin? Kenapa?” angi mengguncang-guncangkan tubuh Alvin
“setelah lulus nanti papa memintaku melanjutkan study ke ausie dia memintaku mengurusi perusahaannya disana” ucap Alvin melemah dia menunduk tak sanggup melihat gadisnya menangis. Sedangkan Agni hanya bisa terdiam mendengar ucapan Alvin, tenggorokannya serasa tercekik tak mampu untuk berkata.
“tapi agni percayalah aku akan selalu mencintaimu, aku selalu menyayangimu, aku selalu berdoa semoga pilihan papamu itu yang terbaik bagimu” ucap Alvin memeluk Agni, sedangkan Agni hanya terdiam dia tak mampu berkata apa-apa dadaknya sangat sesak, tak mudah baginya meninggalkan semua kenangan indah itu
“besok aku berangkat, setelah pengumuman kelulusan, aku harap kamu jangan nangis lagi, jangan buat aku berat tinggalin kamu agni” ucap Alvin
“vin aku sayang sama kamu”ucap Agni parau
“aku mencintaimu lebih dari kamu cinta aku ini, tapi kita berbeda sangat berbeda, sulit menyatukan perbedaan itu. Kita masih bisa berteman bukan?” ucap Alvin mencoba tersenyum. Hari itu Alvin dan Agni bolos pelajaran karena memang masa belajar sudah selesai hanya menunggu pengumuman kelulusan, mereka menghabiskan waktu bersama untuk terakhir kalinya.

~~
Terdengar teriak kebahagiaan dari anak kelas XII SMA FABAF betapa tidak mereka semua ditanyakan lulus seratus persen. Dan nanti malam Agni akan melewatkan malam perpisahan sendiri karena Alvin sudah pergi, sedangkan semua acara Alvin sudah menyerahkan kepada Rio Wakil Panitia perpisahan.

~~
Malam harinya pesta perpisahan dimulai. gadis manis itu duduk sendiri melamun di taman belakang sekolah.
“kangen yah sama Alvin? Gue juga” ucap seorang cowok yang ternyata Cakka
“banget kka, sekarang dia lagi apa yah?” jawab Agni dengan tetap menatap lurus kedepan
“entahlah, mungkin sibuk dengan kamar,sekolah, dan teman barunya. Memang susah melepaskan orang yang kita sayang, tapi jangan terlalu berlarut-larut. Kalo dibilang kangen gue juga kangen sama ify ag, sahabat lo itu hehehe” ucap Cakka mencoba tertawa
“lo bener kka, gue harus mulai jalanin hidup tanpa Alvin. Ngomong-ngomong ify, hmm sabar yah jangan sedih terus kan kasian sahabat gue ntar dia juga sedih liat lo. Dia perempuan yang sempurna yah kka, gimana makamnya? Gue jarang pergi kesana saking sibuknya sekolah” ucap Agni agak merendah.
“baik rapi dan terawat, tenang aja gue sering nyuruh orang buat bersihin makam ify” ucap Cakka
“semenjak ify meninggal lo jarang kka ketawa Alvin suka cerita dia suka sedih liat lo” ucap Agni lirih
“gue masih belajar untuk menerima keadaan Ag” ucap Cakka
“boleh gue curhat ke lo?” Tanya Agni memecah suasana
“bolehlah lo sahabat gue, cerita apa? Alvin?” ucap Cakka
Agni hanya menggelengkan kepala
“lalu?” Tanya Cakka kembali
“gue mau dijodohin sama temen bokap gue” ucap Agni sambil terisak
“lalu apa tanggepan lo?” ucap Cakka datar lalu berdiri
“gue gaktau kka, gue bingung gue gak Cinta sama orang itu bahkan kenalpun nggak” ucap Agni
“gue juga Ag” ucap cakka lirih
“tapi lo bisa kan menerima dia karena lo sekarang sendiri” ucap Agni
“gak ada yang bisa gantiin ify dihati gue, kecuali satu orang” ucap Cakka
“siapa?” Tanya Agni heran
“entahlah, suatu saat gue akan menemuinya” ucap cakka tetap datar “dan lo terima aja keputusan orang tua lo , mereka lebih tau tentang lo” ucap cakka lalu pergi meninggalkan Agni yang masih diam sendiri.

~~
Diruang tamu yang sangat nyaman itu duduk seorang ayah bersama istri dan anaknya, membicarakan hal yang begitu serius.
“apapun yang terjadi perjodohan ini akan tetap berlanjut kka” ucap sang papa tegas
“oke baik, cakka turutin permintaan papa. Tapi ada syarat Cakka mau liat dulu siapa orang yang dijodohin ke Cakka” ucap cakka seraya berdiri lalu meninggalkan papa dan bundanya.
“besok kita akan makan malam membicarakan masalah itu” teriak papa Cakka dari lantai bawah karena Cakka ternyata sudah berlari jauh ke lantai atas.

Dikamar seperti biasa dia duduk sendiri di balkon kamarnya melihat langit dan menatap foto dirinya bersama ify.
“fy maafin aku fy aku gak bermaksud sakitin kamu, aku gak bisa menolak fy, aku gak bisa berbuat apa-apa” tak terasa Cakka menangis. Untuk kesekian kalinya Cakka itu akan rapuh bila mengingat ify. Tiba-tiba angin berhembus kencang, terlihat wanita cantik mengenakan baju putih menepuk pundak Cakka
“Cakka” ucap sang wanita itu lembut, terlihat senyum manis dibibirnya.
“ify?kamu?” cakka shock melihat sang gadisnya ada disini didekatnya, dia coba memeluk ify tapi tidak bisa.
“fy aku kangen sama kamu fy aku kangen banget” ucap Cakka
“jangan nangis Cakka aku disini udah tenang, jangan bikin aku sedih. Aku udah maafin kamu, kamu terima ya perjodohan ayah kamu. Akan ada seorang yang baik dan menjagamu nanti” ucap ify, dia terlihat cantik sangat cantik jauh lebih cantik.
“gak fy, kamu yang terbaik dan aku cuma sayang kamu” ucap Cakka yang tetap keras pada pendiriannya
“cakka sudahlah hilangin sifat keras kepalamu, kamu sayang kan sama aku?” Tanya ify
Cakka hanya mengangguk
“turutin permintaan ayah kamu, aku cuma minta itu sama kamu. Aku pergi dulu yah kka, aku gak bisa lama-lama. Inget yah terima perjodohan itu. Aku akan selalu menjagamu kka, dari atas sana. aku selalu mencintaimu. Sampai jumpa Cakka” ucap ify lalu menghilang
“IFYYYYYYYYYY JANGAAAAN PERGIIIIIIIII” teriak Cakka
“cakka bangun sayang bangun kamu mimpiin ify lagi?” ucap bunda mencoba membangunkan Cakka
“loh bunda kok Cakka dikasur? Ify mana bun? Ify mana? Tadi dia nemuin Cakka bun. Tapi dia pergi cakka gak bisa kejar bun” ucap Cakka
“sayang tadi malam itu kamu tertidur di balkon kamar, terus papa angkat kamu kesini, terus tiba-tiba kamu teriak-teriak manggil ify, kamu mimpiin dia lagi?” Tanya bunda
Cakka hanya menggangguk
“yasudah sholat dulu sana siapa tau kamu bisa tenang , bunda balik ke kamar yah” ucap bunda sambil mencium kening cakka
“iya bunda” ucap Cakka lirih
“kalau itu pesan darimu fy, aku akan mengikuti perjodohan ini, aku sayang kamu fy selamanya” ucap Cakka lalu pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu

~~
Malam ini Agni tampil sangat cantik kedua orang tuanya mengajak dia untuk makan malam, sudah pasti akan membicarakan perjodohan ini.
Sampai lah mereka sekeluarga di Restaurant ternama di Jakarta.
“maaf mas kami telat” ucap papa Agni pada pria paruh baya sepantarannya
“tidak apa-apa mas, kami juga baru sampai, ini anak mas?” Tanya sang laki-laki itu
“iya namanya Agni, sayang kenalkan dirimu sama om gunawan dan tante wika” ucap  papa agni
‘hah? Om gunawan? Sepertinya gue kenal nama ini’ batin Agni
“malam om tante, nama saya Agni” ucap Agni sambil menyalami Om Gunawan dan Tante Wika
“loh mas? Cakka mana?” Tanya papa Agni
“hoshhosh..maaf pah bun, tadi ban motor Cakka kempes jadi Cakka mesti tam…. Agni?” ucap cakka yang kaget melihat Agni disitu.
“Lo? Kok manggil om Gunawan dan tante wika bunda ayah?” Tanya Agni heran,perasaan dia mulai tak tenang
“duduklah dulu” ucap om Hendra
“langsung saja gini Agni Cakka , papa sama om Hendra sudah bersahabat sejak kecil kami janji jika kelak kami punya anak kami akan menjodohkan kebeteluan papa punya anak perempuan yaitu kamu, dan Om gunawan punya cakka, jadi kami akan menjodohkan kalian” jelas om Hendra
“hah? Apa pah? Kok papa gak bicara dulu sama Agni” ucap agni kesal
“papa gak bisa dong seenaknya ngatur hidup Cakka” yang ikut kesal karena ternyata agnilah mantan kekasih sahabatnya sekaliagus sahabat ify –kekasihnyadulu- . membuatnya bingung dan resah.
“apapun yang terjadi kalian tidak bisa menolak perjodohan ini, karena ini sudah kesepakatan kami” tegas Om Gunawan
“sudahlah kalian fikirkan baik-baik mari kita makan dulu” ucap tante wika
‘kenapa harus Cakka/Agni’ ucap batin mereka bersamaan



~~
4bulan kemudian. Tak ada yang bisa mengelak perjodohan ini, kini Cakka dan Agni sudah kuliah sama – sama di universitas Indonesia. Agni jurusan kedokteran sedangkan Cakka jurusan hukum. Sekarang Cakka dan Agni sudah terikat oleh status ‘bertunangan’.
“nanti aku jemput kamu yah Ag, selamat belajar” ucap Cakka mengelus lembut rambut Agni
“hmm” jawab agni cuek
Ya seperti itulah keseharian mereka selama pendekatan ini. Cakka telah mencoba menerima perjodohan itu, tapi Agni? Dia masih belum bisa, bahkan sikapnya ke Cakka berubah menjadi dingin. Cakka selalu mencoba bersikap manis pada Agni mencoba bersabar atas semua sikap ini, karena tanpa dia sadari benih cinta itu mulai tumbuh, senyum manis agni mampu membuatnya melupakan ify.
Sepulang kuliah Cakka mengajak Agni ke suatu tempat
“mau ngapain sih? Aku capek kka, mau pulang” ucap Agni ketus
“sampai kapan kamu kayak gini Ag?” Tanya Cakka lirih
“sampai perjodohan ini tak terjadi” ucap Agni ketus
BUUUUKKKKKK
Agni kaget karena melihat Cakka menonjok pohon dengan keras, terlihat darah mulai mengalir dari tangan kanannya
“MAU SAMPAI KAPANPUN GAK ADA YANG BISA MENGHENTIKAN PERJODOHAN INI, AKU MAUPUN KAMU, KALAU AKU BISA MINTA AKU JUGA GAK AKAN MAU BERJODOH DENGAN ORANG YANG TAK PERNAH MENCINTAIKU, AKU CAPEK AGNI AKU CAPEK HARUS TERUS-TERUSAN MENGERTI KAMU, MEMAHAMI SIKAP EGOIS KAMU, KAMU SAKIT? AKU LEBIH SAKIT AGNI AKU SAKIT. AKU MECINTAI KAMU AGNI CUMA KAMU YANG BISA MELUPAKAN AKU DENGAN IFY, CUMA KAMU YANG BISA BIKIN AKU NYAMAN. MAKANYA AKU GAK PERNAH MENOLAK PERJODOHAN INI” ucap Cakka dengan nada tinggi kini emosi yang telah dia tahan berbulan-bulan telah meluap sudah, dia sudah tak mampu menahannya
“kamuu…..kamuuu… mencintaiku?” Tanya agni takut-takut
“YA AKU MENCINTAI KAMU. PUAS? HAH? KAMU LELAH? AKU LEBIH LELAH AGNI AKU LELAH. AKU CUMA ANAK AGNI AKU GAK BISA BERBUAT APA-APA TENTANG PERJODOHAN INI. SEKARANG KAMU MAU PERJODOHAN INI BERAKHIR KAN?” ucap Cakka masih dengan nada bicaranya yang tinggi. Sedangkan agni hanya diam, dia takut sangat takut melihat Cakka emosi, bertahun-tahun dia mengenal Cakka baru kali ini melihat Cakka emosi dan itu karena dia. Terlihat kepedihan dimata Cakka.
“aku akan bilang pada papa untuk menghentikan perjodohan ini” ucap Cakka lirih seraya memberikan Cincin pertunangan mereka, ya mereka telah bertunangan 4 bulan lalu
“terimakasih telah memberikan hari terburuk dalam hidupku, makasih karena telah mengizinkan aku mencintaimu aku pergi” ucap Cakka lalu meninggalkan Agni yang masih menangis sendiri.
“maaf kka, maafkan aku, aku egois kka, aku egois. Aku hanya mementingkan perasaanku. Maafkan aku kka..” ucap Agni menangis lalu berjalan gontai untuk pulang kerumah

~~
@Agni’s home
“assalamualaikum” ucap Agni lemah
“agni kamu kemana aja sih? Ayuk cepat ikut mama sama papa?” ucap papa Agni seraya langsung menarik tangan Agni
“kemana pa? Agni capek baru pulang” ucap Agni sedikit kesal
Papa dan mamanya tak bergeming, entahlah agni mau dibawa kemana. Dia hanya mengikuti papa dan mamanya
‘rumah sakit? Siapa yang sakit?’ batin Agni
“kok kita kesini? Emang siapa yang sakit mah?” Tanya Agni heran
“Cakka dia kecelakaan sewaktu menuju kerumahnya?” ucap mama sedih terlihat kekhwatiran dimatanya, memang mama sangat sayang pada Cakka dia sudah menganggapnya seperti  anak sendiri
“Cakka?” ucap Agni lirih
‘Tuhan apa yang terjadi pada Cakka? Semoga tidak terjadi apa-apa aku akan sangat merasa bersalah jika sesuatu terjadi padanya’ batin agni
Mereka memasuki sebuah kamar , tercium bau obat-obatan disana, terbaring seorang laki-laki dibalut perban disampingnya selang infuse dan tabung oksigen untuk membantunya bernafas. Kaki agni mendadak lemah, dia tak sanggup untuk berjalan lelaki yang selama 4 bulan ini selalu ada disampingnya setia menemaninya, kini sedang terbaring lemah di kasur rumah sakit, agni merasa bersalah, cakka tidak akan seperti ini jikalau tadi mereka tidak bertengkar, pasti tadi dia tidak berkonsentrasi saat mengendarai motornya. Agni duduk disamping laki-laki itu
“cakka maafkan aku” ucap agni seraya memegang erat tangan kiri cakka
“bangun kka, bangun demi aku please jangan tinggalin aku, aku mau kka aku mau dengan perjodohan ini aku mau nikah sama kamu, aku sayang kamu kka, maaf aku egois, maaf aku terlalu muna. Bangun kka, jangan tinggalin aku, kamu sayang kan sama aku” ucap Agni menangis lalu dia memeluk Cakka
“aduh agni jangan kenceng-kenceng meluknya aku gak bisa nafas ini” ucap cakka yang sebenarnya dari tadi dia tidak tidur dia mendengar semua ucapan Agni
“Cakka” ucap agni senang dan heran juga.
“yakin kamu mau nikah sama aku?” ucap Cakka meyakinkan
Agni hanya mengangguk “ tapi kamu kok? “ ucap agni heran
“hehe maafkan aku agni ini hanya ide gilaku aku tak kecelakaan aku memang kerumah sakit hanya untuk megobati tanganku yang luka ini” ucap Cakka cengengesan
“jadi kamu ngerjain aku kka?” ucap Agni sebal
“aku sudah bingung buat supaya kamu mau menerima perjodohan ini, yaudah aku pake cara gila ini, maaf Agni aku gak bermaksud buat kamu sedih. Aku sayang kamu Ag. Kamu serius mau menerima perjodohan ini? Dan menikah denganku nanti?” Tanya Cakka serius
“iya cakka, aku mau tapi janji jangan pernah membuat ide gila ini lagi aku tak akan pernah memaafkanmu” ucap Agni
“terimakasih sayang” ucap Cakka mecium kening Agni
“Cakkaaaa.. belum mukhrim udah cium-cium, bandel yah” ucap Om gunawan yang tiba-tiba datang bersama tante wika , mama dan papa
“hehe maaf pah piiiisss. Abis kelewat bahagia pah” ucap Cakka sambil cengengesan
“baiklah kapan pernikahan ini kita laksanakan?” Tanya om gunawan
“iya mas kami sudah tidak sabar menimang cucu” ucap om hendra
“papa, agni kan masih kuliah” jawab agni malu-malu
“yaah itu masalah gampang agni, kita bisa atur nanti” ucap mama agni
“emang papa mama , om, tante pengen punya cucu yah? Yaudah agni kita bikin sekarang aja, nyicil-nyicil gitu biar ntar kan banyak bisa bikin kesebelasan deh hehehe” ucap Cakka sambil tertawa tanpa rasa bersalah.
“Cakka kamu tuh ya orang tua lagi ngomong serius  juga” ucap om gunawan sambil menjewer kuping Cakka
“aduuuh ampun pah, aduh sakit, iya iya maaf pah.. aduh lepasin pah” ucap Cakka kesakitan sedangkan yang lain tertawa melihat tingkah laku cakka.
Kami semua larut dalam kebahagiaan malam itu.




2tahun kemudian
“saya terima nikahnya dan kawinnya Agni Tri Wijaya binti Hendra Wijaya dengan mas kawin tersebut tunai” ucap Cakka yang sedang melaksanakan akad nikahnya , disampingnya duduk seorang perempuan manis ya dia adalah Agni.
Hari ini hari pernikahan mereka. Mereka telah lulus wisuda.
“bagaimana saksi sah?” ucap sang penghulu
“sah” jawab para tamu yang hadir
“Alhamdulillah”
Akhirnya Agni dan Cakka resmi menjadi suami istri kehidupan mereka sangat bahagia terlebih dikaruniai 2 orang anak laki-laki yang kembar.

~~
Janganlah terlalu terbawa akan masa lalu, itu hanyalah kenangan
Apa yang dipilih orang tuamu percayalah itu yang terbaik untukmu
Lihatlah kedepan lihat orang yang sekarang ada disampingmu selalu setia menemanimu
Jangan tengok kebelakang bahkan larut dalam kesedihan itu hanya mampu membuatmu rapuh.